Pages

Ads 468x60px

Labels

iOS

5/Life%20Style/feat-tab

Facebook

Business

5/Cars/feat-tab

Author Details

Templatesyard is a blogger resources site is a provider of high quality blogger template with premium looking layout and robust design. The main mission of templatesyard is to provide the best quality blogger templates.

Post Bottom Ad

ad728

Videos

6/Tech/feat-videos

Technology

3/Tech/feat-grid

Fashion

5/Life%20Style/feat2

Header Ads

ad728

Breaking News

Android

5/Tech/feat-tab

Fashion

5/Cars/feat-tab

Follow Us @templatesyard

Translate

Recent Slider

5/Tech/feat-slider

Comments

3/recent-comments

Post Top Ad

ad728

Beauty

4/Cars/post-per-tag

Main Slider

5/slider-recent

Culture

4/Future/post-per-tag

Photography

3/Tech/post-per-tag

Recent

3/recent-posts

Popular Posts

Kamis, 12 Oktober 2017

TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PEMBELAJARAN






 TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PEMBELAJARAN
Dibuat Untuk Memmenuhi Tugas Mandiri Mata Kuliah Media Pembelajaran
Dosen Pengampu: Umar, M.Pd.I




Disusun Oleh:
1.      Aprilio Arie Saputra    (1501010158)
2.      Diah Ayu Surya Putri (1501010251)
3.      Iffa Lathifah   (1501010055)
4.      Ririn Erviana   (1501010213)


JURUSAN TARBIYAH/PAI/A/3
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
 METRO
TAHUN AKADEMIK 2016

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT, makalah tentang Iman, Islam, dan Ihsan ini dapat penulis selesaikan sebagaimana mestinya. Shalawat dan salam tak lupa kita kirimkan kepada Baginda SAW sebagai suri tauladan yang patut kita teladani.
Makalah ini penulis susun sebagai tugas mata kuliah Media Pembelajaran yang diampu oleh Bapak Umar, M.Pd.I. makalah ini membahas tentang Teknologi Informasi dalam Pendidikan. Agar mahasiswa khususnya Tarbiyah dapat menggunakan teknologi informasi dalam proses pembelajaran ketika menjadi pendidik kelak.
Ucapan terima kasih penulis haturkan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan makalah ini, yang telah memberikan sumbangsihnya sehingga makalah ini bisa diselesaikan. Oleh karena itu, penulis ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1.        Bapak Umar, M.Pd.I selaku dosen pengampu mata kuliah Media Pembelajaran
2.        Teman-teman mahasiswa yang tergabung dalam kelas A.
Semoga dengan adanya makalah ini dapat memberikan dampak positif dan penunjang pembahasan materi bagi teman-teman mahasiswa bukan saja dari segi kulit dan kertasnya tapi juga pesan-pesannya.

Metro, 20 September 2016
Penulis
DAFTAR ISI

Halaman Judul ......................................................................................... .... i
Kata Pengantar......................................................................................... ... ii
Daftar Isi.................................................................................................... .. iii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................ ... 1
A.  Latar Belakang................................................................................. ... 1
B.   Rumusan Masalah............................................................................ ... 2
C.   Tujuan Penulisan.............................................................................. ... 2
BAB II PEMBAHASAN.......................................................................... ... 3
A.  Pengertian Teknologi Informasi....................................................... ... 3
B.   Landasan Teori Teknologi Pendidikan............................................    4
C.   Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pendidikan..................... ... 5
D.  Kontribusi Teknologi Informasi dalam Teknologi Pembelajaran..... ... 6
BAB III PENUTUP.................................................................................. ... 9
A.  Kesimpulan...................................................................................... ... 9
B.   Saran................................................................................................ ... 9
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. . 10








BAB I
PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG
Di era modern seperti sekarang ini teknologi sudah berkembang sangat pesat. Peran media dalam berbagai hal menduduki posisi yang cukup penting, berbeda dengan lima tahun yang lalu jika semua masih serba manual dan dikerjakan langsung oleh manusia. Misalnya saja bidang pendidikan, peran teknologi sangat mempengaruhi prosesnya. Teknologi informasi dan komunikasi sudah menjadi bagian yang penting di dalamnya.
Di zaman sekarang ini sudah sangat jarang mengirim surat menggunakan pos.  Hal-hal dalam bentuk informasi dapat diakses dan diposting di internet sehingga dengan cepat diketahui orang lain. Para peserta didik dengan pendidik bisa melakukan proses belajar mengajar tanpa harus bertatap muka, seperti mengirim bahan pembelajaran melalui gmail dengan internet, menyampaikan materi melalui website, youtube, teamviewer, dan lain sebagainya. Semua itu memudahkan kedua belah pihak untuk menghemat waktu dan biaya transportasi.
Dengan menggunakan teknologi informasi dalam pendidikan sangat memudahkan bagi pendidik dalam penyampaian, tulisan, gambar, ataupun video. Sehingga para peserta didikpun akan lebih tertarik dan cepat memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh pendidik. Terlebih penggunaan teknologi informasi melalui internet sekarang ini sudah semakin pesat. Karena kemudahan bagi penggunanya untuk memperoleh informasi dengan cepat
Oleh karena itu, di dalam makalah ini, penulis akan memaparkan teknologi informasi yang terdapat dalam pendidikan, dibahas pula pemanfaatan teknologi dalam pendidikan dan bagaimana kontribusi media dalam bentuk teknologi informasi dalam proses pembelajaran.

B.       RUMUSAN MASALAH
1.         Apa yang dimaksud dengan teknologi informasi?
2.         Apa landasan teori teknologi informasi?
3.         Bagaimana pemanfaatan teknologi informasi dalam pendidikan?
4.         Bagaimana kontribusi teknologi informasi dalam teknologi pembelajaran?

C.      TUJUAN PENULISAN
1.        Mengerti dan memahami apa yang dimaksud dengan teknologi informasi.
2.        Mengerti dan memahami landasan teori teknologi informasi.
3.        Memahami dan mengaplikasikan manfaat teknologi informasi dalam pendidikan.
4.        Mengerti bagaimana kontribusi teknologi informasi dalam teknologi pembelajaran.


BAB II
PEMBAHASAN

A.           PENGERTIAN TEKNOLOGI  INFORMASI
Secara umum, teknologi informasi (Information Technology, IT) adalah sama dengan teknologi lainnya, hanya informasi merupakan komoditas yang diolah dengan teknologi tersebut. Teknologi informasi adalah sarana dan prasarana ( hardware, software, useware) sistem dan metode untuk memperoleh, mengirimkan, mengolah, menafsirkan, menyimpan, mengorganisasikan dan menggunakan data secara bermakna[1].
Selain itu, teknologi informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah, memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagi cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas (Wardiana 2002). [2]Artinya informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan, serta merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.
Menurut kamu Oxford (1995), teknologi informasi adalah studi atau penggunaan peralatan elektronika, terutama komputer untuk menyimpan, menganalisis, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata, bilangan, dan gambar.[3]
Dari pengertian di atas penulis memahami teknologi informasi adalah media yang digunakan untuk memperoleh ataupun mengirimkan informasi atau data-data dalam kepentingan pendidikan, pemerintah, maupun bisnis secara lebih praktis (mudah). 
B.            LANDASAN TEORI TEKNOLOGI INFORMASI
Mesin pembelajaran dikembangkan berdasarkan teori belajar tingkah laku (behaviorism theory). Menurut teori ini tujuan pembelajaran adalah untuk mengubah tingkah laku peserta didik. Perubahan tingkah laku harus tertanam dalam diri peserta didik sehingga menjadi suatu kebiasaan. Agar tingkah laku menjadi kebiasaan, perlu diberikan penguatan (reinforcement) berupa pemberitahuan bahwa apa yang dilakukan adalah benar dalam setiap terjadinya perubahan perilaku positif ke arah tujuan yang dikehendaki.
Berdasarkan teori tersebut diperoleh prinsip-prinsip pembelajaran, antara lain sebagai berikut:
1.        Respons peserta didik harus diperkuat secepatnya dan sesering mungkin. Respon positif akan memberikan penguatan sedangkan respon negatif akan memberikan kekecewaan.
2.        Berikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengontrol laju kecepatan belajarnya sendiri (self-pacing)
3.        Perhatikan peserta didik mengikuti suatu urutan yang koheren dan terkendalikan
4.        Beritahukan kemajuan belajar peserta didik. Untuk itu maka diperlukan adanya pertisipasi dengan memberikan jawaban.[4]
C.           PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENDIDIKAN
Pesatnya perkembangan TIK, khususnya internet, memungkinkan pengembangan layanan informasi yang lebih baik dalam suatu institusi pendidikan. Di lingkungan perguruan tinggi misalnya yaitu diwujudkan dalam sistem yang disebut electronic university (e-university). Pengembangan e-university bertujuan untuk mendukung penyelenggaran pedidikan, sehingga perguruan tinggi dapat member pelayanan informasi yang lebih baik kepada komunitasnya, baik di dalam maupun di luar perguruan tinggi tersebut melalui internet. Layanan pendidikan lain yang bisa dilaksanakan melalui internet yaitu dengan menyediakan materi kuliah di dalam jaringan atau online dan materi kuliah tersebut dapat diakses  oleh siapa saja yang membutuhkan. Hal ini mempermudah pemberian informasi bagi siapapun kesulitan informasi karena masalah ruang dan waktu.[5]
Teknologi informasi dapat digunakan untuk memudahkan kerjasama antara pakar dengan mahasiswa yang letaknya berjauhan secara fisik. Dahulu, seorang harus berjalan jauh untuk menemui seorang pakar guna mendiskusikan sebuah masalah. Saat ini hal itu dapa dilakukan dari rumah dengan mengirimkan email. Makalah dan penelitian dapat dilakukan dengan saling tukar menukar data melalui internet, email, ataupun dengan menggunakanmekanisme file sharing[6].

Adapun secara rinci, manfaat TIK dalam pendidikan yang lain yaitu:
1.      Akses ke perpustakaan
2.      Akses antara mahasiswa dan dosen
3.      Perkuliahan secara online
4.      Menyediakan layanan informasi  akademik  suatu institusi pendidikan
5.      Menyediakan fasilitas mesin pencari data
6.      Menyediakan fasilitas diskusi
7.      Menyediakan fasilitas direktoriat alumni dan sekolah
8.      Menyediakan fasilitas  kerja sama[7]
Di perguruan tinggi penulis juga banayak menjumpai dosen-dosen dan mahasiswa yang sudah menggunakan teknologi informasi, seperti memposting nilai di website, mengirim tugas melalui gmail, dan sistem informasi akademik (sismik). Di taraf sekolahpun seorang guru juga bisa mengembangkan teknologi informasi dalm proses pembelajaran supaya lebih menarik dan tidak monoton. Misalnya dengan menghadirkan fitur-fitur yang melibatkan, tulisan, gambar, audio, video dan lain sebagainya.

D.           KONTRIBUSI TEKNOLOGI INFORMASI DALAM TEKNOLOGI PEMBELAJARAN
Dukungan kontribusi teori teknologi informasi dalam teknologi pembelajaran ini mencakup aspek infrastruktur informasi dan telekomunikasi, sumber daya manusia dan acuan atau produk hukum telematika sehingga dapat berperan untuk  membelajarkan manusia dengan mengembangkan dan  atau mengggunakan aneka sumber belajar.
 Peranan yang bisa dilakukan TI dalam model pembelajaran ini sangat jelas. Hadirnya e-learning dengan semua variasi tingkatannya telah memfasilitasi perubahan ini. Secara umum, e-learning dapat didefinisikan sebagai pembelajaran yang disampaikan melalui semua media elektronik termasuk, Internet, intranet, extranet, satelit, audio/video tape, TV interaktif, dan CD ROM (Govindasamy, 2002).[8]
 Teknologi berperan sebagai mediator dalam bidang pendidikan dan pembelajaran yaitu untuk menyebarkan berbagai informasi dengan mudah dan cepat.
Pengembangan system pembelajaran dengan internet dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu sebagai berikut:
1.    Menggunakan sepenuhnya fasilitas internet yang telah ada, seperti email, internet relay chat, world wide web, search engine, milis (miling list) dan file transfer protocol (FTP)
2.    Menggunakan software pengembangan program pembelajaran dengan internet yang dikenal dengan web course, yang diantaranya bisa didapat secara gratis ataupun dengan membelinya. Ada beberapa vendor yang mengembangkan web course tools seperti webCT, Webfuse, TopClass dan lain-lain
3.    Mengembangkan sendiri program pembelajaran sesuai dengan kebutuhan (tailor-made), dengan menggunakan bahasa pemograman seperti aktif server pages (ASP) dan lain-lain. 
Dewasa ini sesuai dengan tahap perkembangannya yang digunakan adalah teknologi maju, seperti audio dan video cassette, overhead projektor, slide film dan motion film, mesin pengajaran, komputer, CD-rom dan internet. [9] Semua itu adalah wujud teknologi informasi dalam pembelajaran.
Salah satu tantangan terbesar dalam pembelajaran, pada tingkatan apapun, adalah memastikan transpor pengetahuan (dan juga nilai-nilai) dapat berjalan dengan baik. Penelitian sebelumnya mengindikasikan banyak faktor yang terlibat dalam konteks ini, mulai dari bagaimana dosen dan mahasiswa memandang perkuliahan, lingkungan akademik, sampai dengan metode pembelajaran yang digunakan. (e.g., Sheppard dan Gilbert, 1991).[10] Maka di sinilah kontribusi teknologi informasi dalam teknologi pembelajaran agar mahasiswa maupun siswa tidak menjalankan aktivitas pembelajaran yang membosankan dan tidak menantang sehingga mereka lebih tertarik terhadap materi serta lebih cepat menyerapnya.


BAB III
PENUTUP
A.           KESIMPULAN
Teknologi informasi merupakan sarana prasarana yang digunakan untuk  menyimpan, menyusun, memperoleh, mengirimkan informasi atau data-data yang digunakan untuk kepentingan pribadi, pendidikan ataupun binis secara mudah dan cepat.
Teknologi informasi dapat digunakan untuk memudahkan kerjasama anatara dosen dan mahasiswa dalam bidang pendidikan, dan layanan pendidikan lainnya yang dapat dilakukan melalui internet yaitu dengan menyediakan materi kuliah dan mengirimkan tugas melalui jaringan internet atau online.
Teknologi informasi berperan penting sebagai mediator dalam pendidikan dan pembelajaran untuk mengakses informasi dengan mudah dan cepat.
B.            SARAN
Dengan materi yang disajikan oleh penulis semestinya teknologi informasi dapat dikembangkan lebih baik lagi dibidang pendidikan. Terlebih sebagai mahasiswa tarbiyah penulis juga berharap pengembangan tersebut perlu diimbangi dengan ilmu memadai agar tidak terdapat penyalahgunaan perkembangan teknologi.



DAFTAR PUSTAKA

Darmawan. 2012.  Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi. (Bandung:Remaja Rosdakarya)
Deni Darmawan. 2011. Teknologi Pembelajaran.  (Bandung:Rosdakarya)
Fathul Wahid dan Teguh Dirgahayu, “Menarasikan Kesadaran Praktis: Metode Pembelajaran Teknologi Informasi Dalam Perspektif Fathul Wahid, Teduh Dirgahayu dan Penerbit  Graha Ilmu), 2012.
Nana Syaodih Sukmadinata. 2013.  Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek, (Bandung: Remaja Resdakarya)
Warsita,  Bambang Teknologi Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta)

Berikut power point metri teknologi informasi dalam pembelajaran semoga dapat memudahkan dalam mempelajari substansinya :)








[1] Drs. Bambang Warsita, M.Pd, Teknologi Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), h 134
[2] Ibid, h. 135
[3] Dr.Deni Darmawan, S.Pd., M.Si, Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, (Bandung:Remaja Rosdakarya, 2012), hlm. 46
[4] Drs. Bambang Warsita, M.Pd, Teknologi Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), h 169
[5] Dr. Deni Darmawan, S.Pd., M.Si., Teknologi Pembelajaran (Bandung:Rosdakarya, 2011), h. 5
                [6] Drs. Bambang Warsita, M.Pd, Teknologi Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), h 150     
[7] Ibid, h. 7
[9] Prof. Dr. Nana Syaodih Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek, (Bandung: Remaja Resdakarya, 2013) h. 96
[10] Fathul Wahid dan Teguh Dirgahayu, “Menarasikan Kesadaran Praktis: Metode Pembelajaran Teknologi Informasi Dalam Perspektif Fathul Wahid, Teduh Dirgahayu dan Penerbit  Graha Ilmu), h. 1  
sumber gambar : http://deedecem.blogspot.co.id/2016/09/jawaban-uts-pti-teknologi-informasi-di.html

Power Point Ushul Fiqh (Ta'arud Al Adillah)




Untuk rekan-rekan mahasiswa silakan pelajari power point materi ta'arudh al adillah. semoga bermanfaat :)

Kamis, 05 Oktober 2017

Dulu Tempat Begal Sekarang Destinasi Wisata

"Lomba Opini"

Artikel ini juga di posting pada laman http://www.ayokedamraman.com/2017/10/dulu-tempat-begal-sekarang-destinasi.html

Bagi warga yang berdomisili di Metro dan sekitarnya pasti sudah tidak asing lagi dengan Dam Raman. Belakangan ini dam raman santer dibicarakan, terlebih para pengguna media sosial facebook dan instagram. Berkat kampanye menggelegar yang dilakukan pengelola, akhirnya Dam Raman menjadi destinasi wisata baru bagi masyarakat Metro dan sekitarnya. Bendungan yang awalnya hanya berfungsi sebagai irigasi atau tempat pemancingan warga setempat kini sudah menjadi tempat favorit anak muda untuk berburu spot foto.
Lokasi Dam Raman yang masih akrab dengan suasana pedesaan dan pohon-pohon rindang, juga pernah memunculkan penilaian negatif bagi sebagian orang. Karena sebelumnya di tempat ini sering terjadi pembegalan dan tempat muda-mudi berduaan yang tidak enak dipandang dari segi moralitas.  Namun saat ini, para begal dan orang-orang yang memilih tempat sepi untuk melancarkan kegiatan pacaran sepertinya sudah tidak memilih Dam Raman lagi. Sebab sudah ramai dikunjungi orang, bahkan dari luar kota Metro.Wisata Dam Raman yang buka hari Sabtu-Minggu ini adalah hasil dari kreativitas pemuda dan warga setempat. Selain menghapus stigma negatif mengenai pembegalan dan tempat pacaran dengan terbangunnya wisata yang diinisasi warga, kini Dam Raman sudah mengembalikan citranya.
Sebenarnya sebuah tempat bisa dikatakan sebagai wisata apabila mempunyai keuntungan atau minimal daya tarik sehingga pengunjung penasaran dengan tempat itu. Misalnya saja Masjid Taqwa Kota Metro yang kini juga santer didatangi para penikmat fotograpy karena arsitektur bagunannya yang indah. Maka selain ingin merasakan ademnya beribadah dimasjid pengunjung juga tertarik mengabadikan gambar di tempat itu. Dam raman juga seperti itu, para pengunjung yang datang pasti penasaran dengan hasil jepretan kamera yang terpampang di official account dam raman.
Dam Raman tanpa spot foto rangkaian bunga, dan quotes ala anak kekinian hanyalah perairan tempat tinggal kodok dan kawan-kawannya. Itulah mengapa Dam Raman menjadi ngehits seperti ini. Ya itu karena kampanye menggelegar berupa jepretan foto dengan angel yang keren. Sebut saja “Senja Dam Raman,” adalah salah satu jenis photography yang diminati pengunjung. Oleh karenanya banyak pengunjung rela menunggu hingga sore untuk mendapatkan momen senja, dan mengabadikan momen itu bersama orang-orang terdekatnya.
Selain memberikan keuntungan bagi pengunjung, Dam Raman kini juga menjadi ladang penghasilan bagi warga setempat dan pengelola. Dengan banyaknya orang yang berbondong-bondong mengunjungi Dam Raman, para warga dapat menyediakan barang dan jasa. Saat ini pula sudah banyak warga yang menyediakan berbagai jenis makanan dan minuman bagi pengunjung. Kemudian adapula jasa parkir, agar pengunjung merasa aman atas kendaraan yang dibawanya, maka pengunjung membutuhka jasa penjagaan bagi hartanya itu. Mulai dari situlah segi ekonomis warga sekitar Dam Raman terbantu. Ternyata tempat yang dulu hanya dinilai negatif dan ra mbejaji karena banyak begal dan tepat pacaran, kini menjelma menjadi penghasil pundi-pundi rupiah.
Masih banyak yang bisa dikembangkan dari Dam Raman, supaya profit yang didapat lebih banyak lagi. Wahana yang hanya perahu karet, flying fox, dan panahan bisa dikembangkan lagi misalnya maskot khas Dam Raman. Kemudian bagi warga setempat bisa mulai mengembangkan mercendise (kaos khas dam raman), supaya pengunjung yang datang dapat membeli sebagai oleh-oleh. Selain itu masih banyak oleh-oleh yang bisa dikembangkan supaya orang-orang yang datang ke Dam Raman, tidak hanya pulang dengan cerita hampa. Dengan oleh-oleh tersebut orang yang belum pernah ke Dam Raman jadi semakin penasaran dan ingin segera berkunjung ke Dam Raman.

Penulis: Ririn Erviana

Sabtu, 09 September 2017

Sekolah Menulis Bagai Mercusuar Kampus

Tulisan ini dibuat saat mengikuti pelatihan menulis yang diadakan oleh Jurai Siwo Corner. Ungkapan terimakasih kepada kanda Lukman Hakim pemateri menulis feature dan ini adalah outputnya. Tulisan ini juga diposting di website http://www.griyatulisan.com/2017/09/sekolah-menulis-bagai-mercusuar-kampus.html

Sekolah Menulis Bagai Mercusuar Kampus

Angin semilir siang hari turut menghiasi suasana kampus IAIN Metro di hari sabtu 19 Zulhijah 1438. Di hari weekend seperti ini biasanya kebanyakan mahasiswa tidak ada jam kuliah. Wajar saja jika kampus yang biasanya padat kendaraan hingga di halaman kampus, terasa lengang dengan udara lebih lega bergerak. Tapi di sudut bangunan kampus sebelah kiri terlihat seonggok kendaraan terparkir rapi. Bagaikan mercusuar di tengah kegelapan.

Hari ini Jurai Siwo Corner mengajak mahasiswa menyelami lebih dalam dunia intelektualitas. Di tengah-tengah kesibukan memilih destinasi wisata hari weekend, masih ada sebagaian mahasiswa yang memilih untuk meneguk ilmu melalui pelatihan menulis. Ditemani matahari yang cerah dan kicauan burung gereja menambah suasana makin tenteram dan harmonis bagi 15 peserta pelatihan.

Memasuki ruangan persegi berukuran 5 x 5 meter dan cahaya 6 lampu menambah keheningan peserta mendengarkan materi menulis feature oleh Lukman Hakim Alumni Tempo Institut. Dengan perawakan sederhana dan bersahabat Lukman menyampaikan materi yang santai dan berseling gurauan. Peserta makin khusyuk saja mendengarkan materi sampai tersenyum penuh kekaguman akan pesona Lukman.

Gedung-gedung bertingkat yang biasa dihiasi hiruk pikuk aktivitas dosen dan mahasiswa kini menjadi saksi bisu terangnya mercusuar pelatihan jurai siwo corner. Pelatihan dengan melibatkan 15 orang saja memang sedikit wagu. Dengan nada santai dan optimis Dharma Setyawan memberi penjelasan mengapa membatasi peserta hanya 15 orang saja. “15 orang saja cukup, belajar teori kemudian praktik langsung, nanti kalau banyak-banyak seperti aksi rohingya hehe” kelakar Dharma.

Para pemateri mengajak peserta menyelami dunia kepenulisan yang begitu asyik dan menggiurkan. Di usia-usia produktif mahasiswa begitu antusias merespon ajakan pemateri. Mengingat betapa pentingnya menulis, serta imbalan yang bisa diperoleh melalui gerakan jari yang bersingkronisasi dengan otak. Layla Fitri terlihat sangat tertarik saat menjalani pelatihan, terlihat dari sorot matanya yang berbinar-binar dan senyum merekah pada setiap ungkapan kalimat pemateri. “Sejujurnya aku suka membaca, tapi belum memiliki ketertarikan menulis, tapi begitu mengikuti pelatihan ini, rasanya batinku tergerak untuk berkarya melalui goresan pena, aku ingin dikenang meskipun ragaku telah pergi, mulai detik ini aku cinta menulis”, ungkap Layla Penuh kekaguman.

Penulis: Ririn Erviana

Rabu, 06 September 2017

Literasi Mati Suri

Tulisan ini juga di posting pada web pers kampus IAIN Metro

Oleh : Ririn Erviana
Mahasiswa Pendidikan Agama Islam dan aktivis pers di IAIN Metro

Perguruan tinggi merupakan markasnya para cendekiawan-cendekiwan penghasil ilmu pengetahuan. Civitas akademika yang sehari-harinya berkutat dengan pengkajian ilmu. Tak heran jika para orang tua mempercayakan anak-anak mereka menempuh pendidikan dengan biaya mahal supaya anak bisa menghadapi tuntutan kehidupan masyarakat, berbangsa, bernegara, dan ber-akhirat. Orang tua dan para pahlawan terdahulu menaruh harapan besar pada generasi muda. Maka pemuda digembleng supaya memiliki pola pikir yang kritis, dan analitis menuju kebijaksanaan.
Namun belakangan ini pemhandangan yang sering kita lihat dikampus ternyata belum sepenuhnya mencerminkan aktivitas para cendekiawan. Mahasiswa yang menenteng buku saja sudah jarang dijumpai di gazebo-gazebo kampus. Justru kita menjumpai mahasiswa berdiskusi dengan menenteng-nenteng telepon pintar (smartphone) semakin merajalela. Tapi kita juga tidak boleh mengambil konklusi hanya dengan melihat sekilas saja. Barangkali para mahasiswa ini sedang membaca electronic book (ebook), karena sekarang sudah modern sehingga membaca buku tak perlu dengan menteng buku-buku tebal.
Tapi anehnya halaqoh itu sering diiringi dengan gelak tawa yang berlebihan. Ada apakah gerangan? Buku apa yang mereka baca sehingga mengundang tawa secara serempak? Setelah didekati ternyata ironis sekali, halaqoh-halaqoh yang sering kita jumpai dikampus lebih didominasi oleh aktivitas rumpian ala ibu-ibu arisan. Yang membuat para mahasiswa dan mahasiswi ini betah duduk di gazebo ternyata ada jaringan wifi gratis di kampus. Sehingga memudahkan mereka mengakses jejaring sosial dan mengupdate info terbaru terkait life style. Ternyata kebiasaan mahasiswa semakin kesini mengalami perubahan, bahkan berbanding terbalik dengan mahasiswa dahulu.
Barangkali ketika ditengah-tengah  anak muda kekinian yang berhalaqoh menggenggam telpon pintar itu ada satu saja mahasiswa yang membaca buku, pasti yang sedang membaca buku itu terlihat aneh dan tidak keren sama sekali. Namun berbeda ketika keadaan itu dibalik menjadi banyak mahasiswa berhalaqoh membaca buku atau bincang buku, sedangkan satu di antara mereka diam khusyuk memegahng telepon pintar. Maka mahasiswa yang autis dengan telepon pintar akan terlihat aneh dan tidak keren dibanding teman-temannya. Itulah mengapa orang-orang merasa asyik saja berada di jalan yang salah karena banyak teman. Terlalu nyaman berada di zona yang banyak teman dibanding mencari zona lain yang lebih mengantarkan pada kenyamanan hakiki.
Budaya literasi sudah mulai mati suri di markas para cendekiawan. Aktivitas akademik yang diharap-harapkan lahir dari generasi pemuda kini hanya keniscayaan. Mahasiswa zaman sekarang menganggap buku adalah asesoris jadul, kemudian hanya dicari ketika dituntut oleh dosen yang berorientasi pada nilai A untuk mata kuliah tertentu. Mahasiswa zaman sekarang sibuk dengan update life style terbaru dibanding dengan update keilmuan mutakhir. Sebenarnya tidak ada salahnya bergaya modis sesuai mode, tapi sebagai kaum cendekiawan seharusnya tidak hanya dandannya saja yang keren, melainkan pemikirannya juga keren.
Tapi kekinian berkata lain, fakta lapangan menunjukkan mahasiswa maupun mahasiswi sibuk bersolek, spa dan memunggungi buku saja. Bagaimana ceritanya bisa membangun negara jika pemudanya saja masih terlalu egois? Haruskah dosen membuat buku mutabaah (catatan harian) untuk menghitung berapa buku yang dibaca setiap hari dengan imbalan nilai A supaya mahasiswa berbondong-bondong meneguk ilmu dari buku? Entahlah. Barangkali dengan mode pakaian palig mutakhir lebih penting dibanding ber-buku-an paling mutakhir. Barangkali banyak followers di instagram dan twitter lebih terlihat keren daripada mengenal tokoh-tokoh inspiratif.
Dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi, keilmuan mahasiswa memang tidak bisa disama-ratakan. Saat lulus pun begitu, gelar yang mereka miliki sama namun ilmu yang mereka bawa berbeda. Karena kuliah ibarat nelayan yang pergi melaut, sepulang dari laut sebagian dari mereka membawa ikan yang banyak, dan adapula hanya mendapat lelah saja karena tidak bisa mengendalikan angin lautan.

Mahasiswa Kok Takut Cepat Lulus?

Tulisan ini juga di posting di web http://nuwobalak.id/2017/08/31/mahasiswa-kok-takut-cepat-lulus/

Oleh: Ririn Erviana
Mahasiswa Pendidikan Agama Islam IAIN Metro

Membicarakan mahasiswa memang tidak pernah ada habisnya. Kalau sudah membahas intelektualitas kita sampai lupa mngkritisi diri sendiri karena sibuk meriveiw kebijakan orang lain. Ada yang berbangga diri mengejar cumlaude dalam waktu secepat mungkin. Ada pula yang berbangga diri memperluas link dengan menjadi aktivis kampus, adapula yang bangga lulus karena hampir drop out. Bisa dikatakan itu masalah klasik, namun ada yang lebih pelik lagi masalahnya. Dari berbagai macam spesies mahasiswa itu akhirnya saling gontok-gontokan dan rasisme. Merasa paling benar berada diposisi masing-masing. Alhasil ada penggolongan ilmuan dan intelektual. Ilmuan yang katanya hanya berjibaku dengan buku-buku dan sendiko dawuh atas peraturan yang ada. Kaum intelektual yang katanya digadang-gadang mahasiswa sesungguhnya, dengan segala gagasan yang sibuk disuarakan. Katanya masyarakat akademik itu terkenal moderat? Kok main deskriminasi dan saling merasa benar. Katanya kaum berpendidikan terbiasa tabayyun (klarifikasi)? Kok main justifikasi.
Mahasiswa yang IPK-nya tinggi dan tidak ikut organisasi bukan berarti dia pengecut atau kurang kritis. Barangkali punya tanggung jawab lain diluar kampus. Misalnya kuliah sambil bekerja untuk membayar UKT. Kok sekarang lulus lambat itu jadi keren yaa? La wong ipk tinggi yang didapat itu kan nggak hanya dari duduk mlongo dikelas saja. Meskipun kuliah tidak ada alfa kalau nilai ujiannya nol ya tetep aja nggak lulus. Di dalam materi perkuliahan juga ada praktik. Jadi yaa nggak etis lah kalau aktivis main judge yang nggak aktivis.
Kalau sayang melepas status mahasiswa hanya karena takut kehilangan diskon-diskon via member card bertipe mahasiswa atau takut tidak bisa mnikmati makanan enak di seminar besar secara gratis. Itu sama saja anak kecil yang takut kehilangan uang saku dari orang tuanya. Seharusnya segera menyelesaikan studi dan mengejar studi berikutnya supaya akses gratis itu masih kita rasakan, tapi bukan dengan status mahasiswa melainkan status yang lebih tinggi misalnya dosen. Nah kalau sudah jadi dosen revitalisasi dong kebijakan kampus yang katanya nggak adil. Kok mahasiswa terbaik hanya diukur dari IPK-nya saja, skripsi dengan penelitian serius nasibnya gimana?. Nah ketika sudah jadi dosen minimal ada celah untuk mengapresisasi mahasiswa pintar tapi IPK-nya biasa saja.
Barangkali beberapa akademisi akan memahami mengapa seseorang terlambat lulus. Mereka bisa paham karena berada dikubikal itu sehari-harinya. Tapi apakah orangtua yang pekerjaanya hanya di sawah dan angon sapi akan paham. Masyarakat kita ini banyak lho yang tidak tahu menahu tentang kehidupan di perguruan tinggi. Bukankah banyak dari kalian yang orang tuanya hanya lulus SD atau SMP?. Belum lagi lulus terlambat akan meracuni orang-orang yang hendak kuliah dan mencemarkan organisasi yang diikuti. Misalnya (ini contoh lho), seorang anak yang tinggal di desa merengek minta kuliah pada orangtuanya. “Alah nggak usah kuliah, liat itu anaknya si A kuliah bertahun-tahun nggak lulus-lulus”, nah lho?
Contoh selanjutnya, Seorang mahasiswa yang aktif ingin menjadi aktivis di kampusnya kemudian orang tuanya melarang keras. “Kamu kalau kuliah nggak usah ikut yang aneh-aneh, kayak Si B itu terlalu asyik jadi aktivis sampe lupa sama kuliahnya”. Itulah salah satu penyebab mengapa mahasiswa zaman sekarang cenderung apatis. Tidak tertarik ikut organisasi atau menjadi aktivis. Karena mereka sudah didoktrin bahwa “Jika ikut organisasi akan lulus di waktu yang tepat alias terlambat”. Anak baru lulus SMA yang masih polos yang percaya-percaya saja dengan dogma seperti itu.
Oleh karena itu marilah kita imbangi antara kuliah dan menjadi aktivis. Dua-duanya ini penting, karena kuliah kita dapat ilmu daari dosen yang sudah dapat sertifikasi. Sedangkan Menjadi aktivis kita menapat ilmu dari senior yang banyak pengalaman dan skill. Get to be the ballance man-teman.
Jadi mahasiswa mengejar IPK dan aktif organisasi itu ya harus. Yang tidak boleh ditiru itu mahasiswa yang kerjaannya hanya nongkrong di kafe, hang out sana hang out sini bareng pacar. Begadang nonton film hingga masuk kuliah terlambat karena kesiangan. Eehhh ketika tidak lulus mata kuliah itu komplain ke dosen. Sama buku alergi, pergi ke forum diskusi malas. Yang seperti itu baru jangan ditiru.

bagaimana postingan ini?

 

Sample text

Sample Text

5/Cars/feat-tab

Sample Text

 
Blogger Templates